Selasa, 12 November 2013

Sinopsis My Love Patzzi Episode 4 Part 1



Episode sebelumnya, Seung Joon melihat keakraban Hyun Sung dan Song Yi, terpancar jelas dari mimik muka Seung Joon yang bingung (Mungkin dipikirannya berkecamuk, siapa sih tuh cowok???). Hee Won menghampiri Seung Joon dan melihat apa yang dilihat Seung Joon dengan tersenyum senang.

 “Kau tau siapa lelaki yang bersamanya??? (Seung Joon menoleh kearah Hee Won).  Dia adalah teman disekolahnya dulu. Dia adalah cinta pertama Song Yi.”

Seung Joon menatap kearah Song Yi dan Hyun Sung.



“Jika kita pulang sekarang, bisakah kau memberiku tumpangan??? Mobilku terparkir di gudang.” Ucap Hee Won.
“Baiklah. Tak masalah.” Ucap Seung Joon.

Sebelum pergi Seung Joon masih melihat Song Yi bersama Hyun Sung (ekspresi Seung Joon seakan menunjukkan bakal ada saingan nih hehehe…. ). Hee Won tampak senang bisa pulang bareng Seung Joon.

 Episode 4 Part 1

Song Yi tampak bahagia mengitari taman bermain bersama Hyun Sung. Song Yi berlari kesana-sini dan menaiki pegangan sebuah jembatan. Hyun Sung sampai dibuat khawatir olehnya saat tubuh Song Yi oleng.

“Kau jadi gila karena jatuh cinta.”
“Benarkah…”
“Hati-hatilah!!! “

Song Yi pun berjalan cepat diatas pegangan jembatan dan hampir jatuh jika Hyun Sung tidak memegangi tubuhnya.

“Apakah kau tak takut terjatuh??? Air ini sangat dalam (Hyun Sung menunjukkan air yang ada dibawah jembatan).”
“Tidak… itu dangkal. Kau penakut.” Sambil memukul pundak Hyun Sung.
“Berhenti memukulku.”
Song Yi tertawa, “hwaaa… aku berharap harapanku terwujud.”
“Tak mungkin, kau hanya melempar $500.”
“Mengapa kau tak mencobanya???”
“Aku tak yakin bahwa melakukannya akan terwujud. Aku tak ingin menginvestasikan uangku seperti itu.”
“$500 bukan sebuah investasi.”
“Kita lihat saja. Jika harapanmu terwujud. Aku akan melakukannya juga.”

Mereka pun tertawa bersama. Tak sengaja Song Yi melihat Seung Joon dan Hee Won pulang bersama. Begitupun Hyun Sung.

“Sepertinya dewa air mancur sedang tidur saat kau menjatuhkan koin tadi.” Ucap Hyun Sung tertawa dan berhenti saat melihat Song Yi masih menatap mereka.
“Dia melakukannya lagi.”
“Berhentilah berpikiran buruk.”
“Dia hanya memberikan tumpangan. Ayo kita kembali. Song Yi…”

Hyun Sung punmemanggil nama Song Yi dengan keras sampe Song Yi kaget tapi karena Song Yi hanya diam mematung. Hyun Sung menarik tubuh Song Yi untuk pulang.

>< 

Hee Won yang diantar Seung Joon mencoba mencairkan suasana dengan membahas soal Song Yi dan Hyun Sung. 

“Mereka baru bertemu dan sudah sangat akrab. Perasaa Song Yi padanya tak berubah.”
“Jika dia dekat dengan Song Yi, dia juga pasti sangat dekat denganmu.”
“Aku takut Song Yi belum menceritakannya padamu. Aku berharap mereka akan bahagia bersama.”
Seung Joon tampak tak suka dengan kata-kata Hee Won. Mereka pun sampai di depan asrama.
“Terima kasih!!!”
“Aku yang seharusnya berterima kasih padamu untuk informasi tentang sainganku.”
“Saingan???”
“Pria itu, pelatih di tim singa laut. Aku khawatir tapi Aku akan berusaha lebih keras.”

Hee Won terdiam (Gagal lagi usaha membuat Seung Joon menjauhi Song Yi hahaha…).

“Mengapa kau sangat baik pada Song Yi??? Apa mungkin kau ingin membalas kebaikannya sebagai penyelamatmu tetapi yang kau lakukan sudah terlalu jauh. Song Yi bisa salah paham. Aku tak ingin dia terluka karenamu.”

Seung Joon tertawa dan berhenti saat melihat ekspresi Hee Won, “Maaf, aku tak seharusnya tertawa. Mungkin aku pria yang naïf. Aku merasa ada sebuah motif dari kata-kata dan perilakumu.”

“Seung Joon…” Hee Won berusaha mengelak dan ingin menjelaskan.
“Song Yi menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Bukan seperti kita, dia tak bisa menyembunyikan perasaannya. Alasan aku menyukainya mungkin karena itu. Kau berlawanan dengannya. Aku akan tinggal disini sekarang. Aku masuk duluan.”

Hee Won yang ditinggal Seung Joon terlihat sangat kesal.


>< 

Hyun Sung yang akan menuju kamarnya melihat Seung Joon. Saat Seung Joon melihat kearah Hyun Sung, Hyun Sung mengacuhkan Seung Joon sambil mencari kunci kamarnya. Seung Joon mendekati Hyun Sung dan menyapanya sambil memperkenalkan diri serta memberitahukan dia akan tinggal di kamar di depan kamar Hyun Sung. Seung Joon mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan tapi diabaikan oleh Hyun Sung.

“Hei, apakah aku seperti mata-mata??? (Seung Joon bingung). Kau tampak berkelas. Kau kira aku tak tau siapa kau. Perkenalan yang tak diperlukan. Senang bertemu denganmu, aku tak membutuhkannya. Itu lebih menakutkan dari perilakumu.”

Sam Yul yang baru datang langsung memberi salam pada Seung Joon, “Hyun Sung, ada apa denganmu???”. “Apa aku tak ingin mendengar ucapanmu???” bentak Hyun Sung pada Sam Yul.



Sam Yul meminta maaf atas perilaku Hyun Sung pada Seung Joon tadi. Seung Joon hanya tersenyum.

>< 

Dikamar Sam Yul menegur Hyun Sung yang dianggapnya tak sopan pada Seung Joon.

“Apa kau bersikap seperti itu karena perasaanmu pada Song Yi, kan???”
“Apa yang kau katakan??? Itu omong kosong. Aku tak tertarik dengan gadis tomboy.”
“Jawablah dengan serius.”
“Ini pertanyaan yang konyol.”

Sam Yul menatap Hyun Sung.

“Baiklah, aku serius. Ya, aku memiliki perasaan padanya.”
“Benarkah???”
“Kasihan, mengerti. Dia sangat menyedihkan.”
“Hanya itu???”
“Ya… Aku bisa tidur sekarang.”
“Pergilah dari hidupnya sekarang. Jika dia menemukan pria yang kaya. Dia tak membutuhkan perhatianmu lagi sekarang. Pikirkan dirimu sendiri, kau bukan tandingan Seung Joon.” Sam Yul terus bicara sambil mengorek hidungnya dengan jarinya sedangkan Hyun Sung berusaha memejamkan matanya. Karena Sam Yul terus bicara, Hyun Sung berteriak kesal menyuruh Sam Yul untuk diam, Sam Yul ketakutan. Hyun Sung pun ke toilet membersihkan mukanya sambil memikirkan apa yang diucapkan Sam Yul tadi.

>< 

Di kantor Departemen Proyek.

Manajer dan Seung Joon membahas tentang kebakaran kereta mainan. Dari hasil penyelidikan sementara ternyata kebakaran itu bukan karena masalah mekanik. Mereka pun sepakat menunggu hasil penyelidikan selesai baru akan mengambil tindakan. Seung Joon kok tampak cemas ya??? 

>< 

Hee Won sedang dikantin sendiri tak lama menjadi tiga serangkai. Instruktur Noh mengajak Hee Won untuk ikut berkumpul akhir minggu ini bersama Pelatih tim singa laut. Hee Won menolak karena ada urusan. Lalu Yuri berteriak mengejutkan mereka berdua, “Itu… Song Yi dan S.J.”. 


Hee Won tampak kesal. Sementara itu Instruktur Noh dan Yuri terpesona dengan ketampanan S.J.



>< 

Seung Joon dan Song Yi duduk di taman arena bermain. Lucu liat Song Yi batuk-batuk sambil merapikan cara duduknya dan Seung Joon tertawa melihat tingkah Song Yi.


“Kau tampak gelisah. Apa kau baik-baik saja???”
“Tidak, aku baik-baik saja.”

Seung Joon melihat anak kecil.

“Anak kecil itu manis sekali.”

  • Song Yi : Sekelompok mahluk kecil yang menyebalkan.
“Aku menyukai anak kecil.  Aku ingin memiliki 5 bayi.“ ucap Song Yi beda banget ma yang dihati hahaha…
“Kau ingin memiliki 5 bayi???” tanya Seung Joon tak percaya.

  • Song Yi : apakah itu terlalu banyak??? Harusnya 3 saja.
Seung Joon tertawa dan berteriak, “Gadis kecil, kemari.”
“Ya, kemarilah.”

Saat gadis kecil itu mendekat dengan membawa es krim.

  • Song YI : Tidak, jangan kesini!!!
Gadis kecil itu sekarang ada di depan Song Yi.

“Bibi, apa kau memanggilku???”


Song Yi bersikap manis padanya dan gadis kecil itu akan menyuapkan es krim pada Song Yi. Song Yi sudah siap membuka mulutnya, es krim itu mendekati mulutnya tapi ditarik lagi oleh gadis kecil itu. Jadi tu anak cuma mainin Song Yi. Song Yi menahan kesal.

  • Song Yi : menyebalkan ingin sekali ku gigit.
Song Yi bersikap manis seolah tak marah dengan  anak kecil tadi di depan Seung Joon. Seung Joon mengajak Song Yi makan.

>< 

Kali ini Seung Joon membawa Song Yi kerestoran mewah. Seung Joon heran karena Song Yi makannya sedikit. Song Yi beralasan kalau dia selalu lapar tiap waktu jadi kalau banyak mengambil makanan nanti malah tidak habis (Alasan yang mengada-ada hehehe…).



Song Yi berusaha makan seanggun mungkin padahal biasanya makannya luar biasa cepat hehehe…  pas Song Yi mau nusuk kentang (gak jelas tu apa cemnya kentang) gak ke tusuk ma garpunya. Jadi trus ditusuk-tusuk tapi masih gak bisa. Seung Joon bingung dengan tingkah Song Yi (mungkin dipikirannya, makanan kok di acak-acak). Akhirnya Song Yi meletakkan garpunya dan mengambilnya dengan tangan wkwkwk… Saat akan memasukan kemulutnya, Song Yi terkejut dengan tatapan heran Seung Joon.




“ Ini pedas (Song Yi mencoba ngeles), aku seperti akan terbakar.”
“Ya, ini pedas.” Ucap Seung Joon dan mengambilnya juga dengan tangan.

Mereka pun memakannya dengan tangan dan tertawa bersama.



>< 

Hyun Sung mengajari Song Yi berinteraksi dengan Hewan yaitu anak Harimau. Song Yi awalnya takut akhirnya memberanikan diri mengangkat anak Harimau tersebut tapi tak berapa lama dia menjerit ketakutan. Anak Harimau bergelantungan dikaki Song Yi dan mengejar Song Yi yang berlari. Mereka pun saling kejar. Hyun Sung membantu Song Yi untuk menggendong anak harimau tersebut.



Mereka pun beristirahat. Hyun Sung menyarankan Song Yi untuk menjadi diri sendiri dan tak perlu melakukan sesuatu yang tak disukainya. Tapi Song Yi berkata ini karena Seung Joon menyukaiku karena aku telah menyelamatkan hidupnya dan aku tak bisa menunjukkan diriku yang sebenarnya padanya. Itu bisa membuatnya shock dan pergi dariku. Hyun Sung terdiam (Cemburu nih…). 


“Walau terlambat, aku mulai memahami Hee Won. Saat kau ingin mendapatkan seseorang, kau akan mencoba menutupi tentang dirimu yang sesungguhnya.”
“Lebih baik menjadi diri sendiri.”
“Aku mengatakan aku tak bisa, Jangan paksa aku!!!” bentak Song Yi.
“Kau itu tak pandai berbohong. Jika kau menjadi dirimu sendiri, Seung Joon akan lebih menyukaimu. Seperti aku.”
“Apa maksudmu???”
“Kau takkan mengerti.”

Song Yi menatap heran Hyun Sung.

>< 

Malam harinya, Instruktur Noh, Sam Yul, Yuri, Instruktur  Nam dan Seung Man sedang minum bersama. Instruktur Nam tampak tertarik dengan Instruktur Noh sedangkan Yuri tertarik ma Sam Yul. Instruktur Nam memperkenalkan tentang dirinya yang memiliki anak perempuan dan isterinya yang sudah meninggal. Instruktur Noh yang sedang minum hampir tersedak mendengarnya.

Sam Yul tampak bosan dengan acara ini sementara itu Yuri mencuri pandang kearah Sam Yul. Sam Yul dan Seung Man memuji Instruktur Nam didepan Instruktur Noh dan Yuri. Instruktur Noh terlihat tak senang. Mereka pun bersulang.



Yuri memberi kode pada Sam Yul untuk mengikutinya. Mereka berdua pun meninggalkan yang lainnya. Instruktur Noh mencoba bersikap ramah pada Instruktur Nam dan Seung Man meski hatinya kesal. Tak jauh dari sana Yuri memberikan nomornya pada Sam Yul. Yuri merasa Sam Yul malu kalau meminta langsung jadi Yuri inisiatif memberikan dulu. Sam Yul meolak secara harus.

“Kita kesini untuk membuat Intruktur Nam dan Noh bersama. Kau itu sedang bermimpi.” Ucap Sam Yul sambil mengembalikan kertas bertuliskan nomor Yuri.

Yuri tidak sakit hati dengan sikap Sam Yul malahan dia senang.

>< 

Hee Won masih dikantor departemen proyek, Hee Won tampak kesal karena perkataan Seung Joon semalam. Dia pun melihat Kalendar, ada tanda merah pada tanggal 3 dengan keterangan ulang tahun Song Yi. Tiba-tiba Yuri menelpon menanyakan Hee Won yang tak datang. Hee Won beralasan masih ada kerjaan dikantor. Yuri meminta Hee Won membantu untuk mengantar pulang Instruktur Noh. Hee Won mengiyakan tapi setelah telepon ditutup Hee Won menggerutu, “Mengapa aku harus melakukannya???”




>< 

Seung Joon dan Paman teknisi lapangan sedang bersama membahas hasil investigasi kasus kebakaran kereta mainan yang akan keluar besok.


“Apa pun yang terjadi aku siap??? Aku sudah terlalu tua saatnya aku istirahat.”
“Paman…”
“Pulanglah!!!”

Seung Joon menatap kepergian Paman teknisi lapangan. Hee Won datang menghampiri.

“Aku tak tahu kau mengenal Tuan Zhang (nama Paman Teknisi Lapangan).”

Seung Joon menatap heran kehadiran Hee Won.


“Maaf, aku tak bermaksud mendengarkan secara diam-diam.”
“Paman takut yang lain tahu dan aku selalu merahasiakannya.”
“Jangan khawatir!!! Aku takkan menceritkan pada siapapun.”
“Terima kasih.” Ucap Seung Joon sambil berlalu dari hadapan Hee Won. Hee Won memanggil Seung Joon dan mengatakan bahwa besok Song Yi berulang tahun.” Aku harap kau tak salahpaham lagi padaku. Aku hanya ingin melihat Song Yi bahagia. Mari kita pulang bersama, aku akan mengantarmu ke asrama.”

Seung Joon melihat ketulusan Hee Won. Mereka pun pulang bersama naik mobil Hee Won.

>< 

Saat akan masuk asrama Hyun Sung menghadang Seung Joon (Hyun Sung melihat Seung Joon diantar oleh Hee Won).


“Aku adalah teman baik Song Yi. Aku mempunyai beberapa pertanyaan untukmu. Apakah kau hanya bermain dengan Song Yi???”
“Apa maksudmu???”
“Maksudku, kau tertarik dengan perempuan lain dan menggunakan Song Yi (cem kasus Sam Yul).”
Seung Joon tertawa, “Aku tak tau dari mana kau dapat ide seperti itu tetapi aku tak memiliki motif apapun atau mempermaikan Song Yi. Perasaanku tulus padanya. Aku memiliki pertanyaan padamu.”
“Apa???”
“Aku tau kau pelatih hewan di tim Singa Laut tapi aku tak tahu namamu.”
“Aku Kim Hyun Sung.”
“Ok, Kim Hyun Sung. Karena kau teman sekelas Song Yi berarti kau dua tahun lebih muda dari aku. Kau Juniorku. Saat kau bicara pada yang lebih tua tolong tunjukkan etikamu.” (Kalau kenyataannya tua sebulan hehehe…)
“Itu karena…”
“Kita akan sering bertemu. Bisakah aku mempertimbangkan kau menjadi temanku???”
“Entahlah…”
“Satu hal lagi, apakah kau bertanya hanya sebagai teman Song Yi???”

>< 

Song Yi dikamarnya berbicara dengan boneka.


“Hee Won adalah seekor rubah betina tapi dia tidak terlalu buruk. Dia teman yang sangat unik. Instruktur Noh juga tidak buruk. (Song Yi berubah kesal menendang boneka dihadapannya) aku tidak bisa berpura-pura lagi.(Song Yi berteriak kesal). Mengapa kau membuatku seperti ini??? Ini benar-benar gila.”


>< 

Seung Joon dan Hyun Sung mengobrol di bangku depan asrama. Hyun Sung mengutarakan kekhawatirnnya akan hubungan Seung Joon dan Song Yi mengingat latar belakang mereka yang berbeda. Seung Joon menanggapi ucapan Hyun Sung sambil tertawa.


“Hei… aku bicara serius. Kau pikir aku sedang melucu.”
“Ada orang yang  mengikuti mode tapi Song Yi berbeda. Aku yakin kau bisa memahami. “
“Dia memang tak memiliki selera mode (Hyun Sung tertawa). Kau akan menjadi yang baik untuknya. Karena kau tau dia mengangumkan. Dia senang bahwa kau menyukainya. Dia berusaha keras untuk melakukan yang kau sukai.”
“Aku tau tapi dia tak perlu melakukan apapun. Dia manis.”
“Kau menyebut dia manis. Kau harus memeriksakan otakmu.”
“Kau mengatakan kau hanya temannya. Jika kau merubah pikiranmu. Kita akan bersaing. Aku tak ingin kehilangannya.”
“Percayalah, aku temannya.”
“Panggil aku, kakak!!!”
“Kau bermimpi.”

Mereka pun tertawa dan minum bersama.

>< 

Keesokan paginya, Hee Won mengucapakan selamat ulang tahun pada Song Yi dan memberinya sebuah kado. Song Yi merasa ada yang salah dengan Hee Won.


“Kau tau, aku takut saat kau berubah jadi manis. Ada apa???”
“Apa yang telah terjadi adalah kebodohanku??? Aku tak bermaksud memberimu naskah itu. Aku minta maaf. Tapi aku tak mencoba merebut Seung Joon dari mu. Aku berharap bisa memberitahunya jika kau ultah hari ini. Kau pasti malu untuk memberitahunya jadi aku memberitahunya. Tak apa-apakan???”

Song Yi bersikap tenang.

“Aku tidak sedang bersikap manis. Aku diam-diam membantumu agar bisa bersama Seung Joon. Kau tidak bicara buruk tentangku pada Seung Joon.”
“Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu.” Song Yi merasa tak enak menuduh Hee Won.
“Aku tau.”

Song Yi berusaha menerima kebaikan Hee Won.

“Apa kau benar-benar mengatakan padanya tentang hari ultahku.”
“Jika kau tak percaya,bertanyalah padanya. Aku takkan berbohong.”

Hee Won tersenyum senang. 

>< 

Seung Joon sedang di dealer mobil mewah dan mendapat telpon sepertinya dari tim investigasi. Seung Joon tampak khawatir.


>< 

Seung Joon, Paman Teknisi, Manager dan Hee Won terburu-buru bertemu dengan tim investigasi. Tim investigasi menyimpulkan bahwa kebakaran terjadi karena arus pendek (Kabel terputus) akibat kelalaian operasional. Seung Joon menatap Paman Teknisi dengan cemas. 


“Aku dengar ada yang menolong Mr. Kang Seung Joon saat kejadian, bisakah aku bertemu dengannya???” ucap tim investigasi.

Seung Joon tampak cemas dan Manager terlihat bingung. Hee Won tersenyum senang.


<Weiter ke Part Selanjutnya>

Minggu, 13 Oktober 2013

Sinopsis My Love Patzzi Episode 3 Part 2



Persiapan acara Festival Musim Panas pun dimulai. Song Yi tampak gugup saat Hee Won memberikan draf acara. Song Yi senang saat melihat Seung Joon datang tapi malah dicuekin oleh Seung Joon. Hee Won senang melihat Seung Joon mencueki Song Yi.


“Apa kau tidak tau telah meletakkan Seung Joon dalam masalah???”
“Apa maksudmu???”
“Kau menggunakannya untuk menjadi MC,kan??? Semua orang tahu itu.”
“Itu tidak benar. Aku menerimanya karena ini acara tahunan.“
“Benarkah??? Siapa yang akan mempercayaimu??? Jangan membuat kesalahan!!! Jika kau membuat kesalahan, kau akan mempermalukan Seung Joon. Kau pada akhirnya akan menemukan dirimu yang . kau takkan memperlihatkannya padanya,kan???”
“Apa maksudmu???”

Hee Won pun meninggalkan Song Yi sendiri. Song Yi tampak cemas dan gelisah karena acara sebentar lagi akan dimulai.

>< 

Hyun Sung mengajak Sam Yul untuk cepat agar mereka bisa memberi semangat pada Song Yi sebagai temannya. Hyun Sung menarik paksa Sam Yul untuk berlari.

>< 

Pra Acara dimulai dengan penampilan boyband, Song Yi dibelakang panggung berlatih membaca draf acara. Song Yi teringat dengan kata-kata Hee Won tadi. Song Yi pun menyemangati dirinya, “Tak masalah, aku bisa melakukannya.”


Song Yi pun membacakan acara selanjutnya. Dikursi penonton Hyun Sung menyemangatinya dan Sam Yul terlihat malu dengan tingkah Hyun Sung yang berteriak.



Dari arah lain, Seung Joon, Hee Won, Mr. Wu dan Manajer sedang mengawasi jalannya acara.

Penonton tampak merespon baik Song Yi sebagai MC sampai pada saat Song Yi membacakan acara dibuka dengan penampilan : Black ButterFly!!!. Semua heran begitupun yang akan tampil ternyata draf yang Song Yi baca salah dan bukan Black ButterFly. Song Yi cemas dan bingung karena di draf jelas tertulis Black ButterFlay.

Hyun Sung tampak khawatir dengan Song Yi. Instruktur Noh senang dengan kejadian ini tapi tidak dengan Yuri terlihat dari ekspresi wajahnya.  Song Yi yang bingung harus berkata apa melihat kearah Seung Joon. Hee Won tersenyum senang. 




Akhirnya acara pun dibuka dengan penampilan bukan Black ButterFly. Song Yi berbicara dengan Hee Won dibelakang panggung.

“Mengapa kau tak mengatakan jika drafnya berubah???”
“Apa???”
“Eun Hee Won…”
“Seung Joon sedang melihat kita. Apa kau ingin memperlihatkan sifat aslimu???”

Song Yi pun melihat kearah Seung Joon dan menarik Hee Won masuk keruangan studio. Seung Joon melihat mereka berdua.



“Kau mengatakan ini bukan rencanamu.”
“Ya… aku telah mengedit drafnya. Departemen ku yang mengubahnya. Aku  tidak akan bertanggungjawab dengan semua kesalahan ini. Lalu mengapa aku harus melakukan ini???”
“Apa masalahmu??? Mengapa kau seperti ini??? Jika aku adalah kau, aku tidak akan bermurah hati.  Kau sudah memiliki segalanya, tapi kau tidak bisa melihatku bahagia. (Hee Won pun memperbesar volume suara pada alat di studio yang terhubung dengan acara festival sehingga semua orang bisa mendengar kata-kata Song Yi berikutnya dan pembicaraan mereka selanjutnya.) Jawab aku, B*debah. Mengapa kau melakukan ini??? ”
“Song Yi, ini kesalahpahaman.”




Penonton dan band yang sedang tampil pun berhenti mendengar suara Song Yi dan Hee Won. Manajer menyuruh Mr. Wu untuk menghentikan mereka berdua. Seung Joon pun tampak khawatir.


“Cukup, aku tak ingin berdebat denganmu.”
“Kau yang mulai pertama.”teriak Song Yi.

 Mr. Wu pun datang dan mendorong Hee Won serta langsung mengecilkan volume suara.

“Yang Song Yi, apa kau sudah gila??? Apa yang kau lakukan???”
“Mengapa??? Apa penampilannya sudah selesai???”
“Apa yang kau katakana???  Semua penonton mendengar apa yang kau katakan tadi.”

Song Yi yang awalnya tak mengerti langsung terkejut menyadari kesalahannya. Hee Won tersenyum senang.
Hyun Sung yang tak tahan melihat Song Yi malu akan menghampirinya tapi dicegah oleh Sam Yul.

>< 

Song Yi tampak cemas dan melihat Seung Joon yang kesal. Song Yi naik lagi keatas panggung dan membacakan acara selanjutnya dengan terbata-bata.  Penonton mulai ricuh. Hyun Sung ingin membantu Song Yi tapi dicegah oleh Sam Yul. Seung Joon yang khawatir melihat Song Yi pun pergi kearah panggung.




Song Yi meminta maaf kepada penonton dan pergi. Seung Joon datang menarik Song Yi kepanggung. Hee Won melihat  apa yang dilakukan Seung Joon dengan kesal.




“Apa yang kau lakukan???”
“Mengapa kau harus pergi seperti orang bodoh??? Pergi, kau akan disalahkan untuk semua kejadian hari ini.  Aku akan membantumu. Kita kan menyelesaikan ini bersama.”

Dan akhirnya, 

Seung Joon dan Song Yi pun duet menjadi MC. Hee Won terkejut dengan apa yang dilakukan Seung Joon dan kecewa (Kasian rencananya gagal…). Hyun Sung terlihat kecewa mungkinkah cemburu.





>< 

Hyun Sung sendrian dikantor arena permainan hewan dan tampak termenung.


(Apakah Hyun Sung mulai sadar kalau dia cemburu dengan kedekatan Seung Joon dengan Song Yi)

>< 

Seung Joon dan Song Yi duduk dipinggir panggung.


“Aku pikir kau marah padaku.”
“Mengapa???”
“Kau mengacuhkanku, sore ini.”
“Aku sengaja melakukannya.”
“Maaf, aku mebuatmu dalam masalah. Kau tau aku suka bertingkah kita mempunyai hubungan spesial dan menjadi angkuh.”
“Apakah benar begitu???”
“Ya…”
“Dan kau memanfaatkannya untuk menjadi MC.”
“Tidak, aku tidak bisa melakukannya jika kau tak mempercayaiku. Sekarang aku berpura-pura aku tidak tau.”
“Apa kau marah???”
“Tidak, jika aku marah maka aku yang bersalah.”
Seung Joon tertawa dengan cara Song Yi yang bicara dengan berteriak.
“Jika cara bicaraku padamu membuatmu menjadi tak suka dan seakan menghinamu. Sebenarnya, perkenalan kita dimulai dengan sesuatu yang tak baik.”
“Jika kita menjalin hubungan yang special, apakah kau kan merasa bersalah???”

Song Yi terkejut dengan mulut sedikit menganga (wkwkwk…)


“Tidak, aku tidak akan seperti itu.  Apa yang kau katakan???”
“Kau tidak ingin tau. Mengapa aku menyukaimu, aku tidak ingin tau???Aku takut jika aku berperilaku mengenalmu yang lain akan tidak menghargaimu.  Sebenarnya aku berpikir ingin menyapamu  tapi aku menahannya.”

Dan tarrrraaaaa kata-kata Seung Joon membuat Song Yi terbengong lagi dan Seung Joon melihat Song Yi membuat Song Yi salah tingkah…

“Song Yi sii… Kita sama, beritahuku jika kau mengalami hal yang tak baik. Kedekatan kita akan mendatangkan kemarahan yang lain dan pada akhirnya kau akan dikucilkan. Jika kau tak keberatan, Yang Song Yi, Aku sangat berharap aku bisa bahagia dengan menyapamu dan bahkan menjalin hubungan denganmu.”



Song Yi terdiam dan mereka pun tersenyum saling melemparkan senyum.




>< 

Keesokan harinya, Sam Yul yang masih tidur terbangun karena pintu asrama mereka di gedor dengan keras. Sam Yul bangun dengan kesal membuka pintu. Rupanya yang menggedor pintu adalah Song Yi, Sam Yul shock melihat Song Yi dan reflek menutupi dadanya.



“Dimana Hyun Sung???”
“Dia tidak pulang dari semalam.”
“Apa mungkin dia masih dikantor???”
“Song Yi, aku tidak memakai baju.” Teriak Sam Yul.
“Aku menyadarinya. Bagiku tak ada yang bisa diliat dari dirimu.”
“Apa yang kau katakana??? Aku mempunyai otot.”

Song Yi tertawa melihat tingkah Sam Yul.

>< 

Song Yi menemui  Hyun Sung dikantor arena permainan hewan. Hyun Sung sedang menyapu saat Song Yi menghampirinya. Hyun Sung mengacuhkan Song Yi. Song Yi mengikuti Hyun Sung sampai kedalam ruangan. Song Yi meminta bantuan Hyun Sung mengajarinya untuk bisa dekat dengan anak-anak dan hewan karena Seung Joon menyukai itu.



Hyun Sung yang mungkin terbawa rasa cemburu mengeluarkan kata-kata yang membuat Song Yi terluka dan meninggalkannya. Hyun Sung pun merasa bersalah dan membanting ember dan sapu.



>< 

3 Serangkai bertemu (Hee Won, Instruktur Noh dan Yuri). Mereka mengeluhkan rencana mereka yang gagal untuk menjatuhkan Song Yi dihadapan Seung Joon.


“Soal volume suara itu tak ada direncana kita.” Ucap Yuri.
“Hee Won, berkata dia tak tau itu. Mungkin teknisi bodoh yang membuat kesalahan itu.” Ucap Instruktur Noh sambil melirik Hee Won.

Yuri pun tertawa dan berkata, “S.J. sangat tampan.”
“Ya…”

Hee Won hanya diam.

“Saat seseorang tampan,dia juga keren l.” Ucap Yuri sambil tertawa.
“Kamu pikir apa yang dilakukannya keren???” ucap Hee Won.
“Tidak juga.”
“Seung Joon itu mewakili perusahaaan kita. Jadi itulah mengapa dia naik keatas panggung semalam menemani Song Yi. Dia hanya berakting ”ucap Hee Won.
(Iri banget nih orang..)
“Tapi kenyataannya dia menjaga Song Yi dengan baik.” Ucap Yuri.
“Itu… Aku tak ingin membicarakan tentang ini. Apa gunanya membahas ini sekarang??? Aku ada rapat. Aku harus pergi. Terima kasih atas kopinya.”
“Bye, Hee Won.” Ucap Instruktur Noh.

Sepeninggalan Hee Won. Yuri merasa kalau Hee Won itu seperti bukan dirinya. Tapi Instruktur Noh merasa itu wajar Hee Won hanya ingin menjaga agar Song Yi tidak mendapatkan masalah. (Gak kebalik ya…).

>< 

Diluar gedung perlengkapan Hee Won berpapasan deng Song Yi. Semula Hee Won mengacuhkannya tapi Song Yi keburu memanggilnya.


“Kebaikan hati, kebaikan hati… Mengerti!!!”

Song Yi pun meninggalkan Hee Won yang kesal.

>< 

Hyun Sung masih memikirkan kejadian tadi. Hyun Sung mendengar Seung Man yang sedang melatih Song Yi si singa laut yang lagi ngambek gak mau latihan. Hyun Sung pun menghampiri mereka. Hyun Sung menyuruh Seung Man untuk istirahat biar dia yang melatih si Song Yi. Tapi Seung Man menolak karena Hyun Sung pasti minta imbalan. Hyun Sung pun menyakikan Seung Man bahwa kali ini dia benar-benar ingin membantu. Seung Man pun pergi. Tinggallah Hyun Sung dan Song Yi si singa laut.

Hyun Sung menatap Song Yi si singa laut. Song Yi datang ke arena permainan hewan. Hyun Sung masih membujuk Song Yi si singa laut yang lagi ngambek alias marah. 


“Namamu sangat cocok denganmu (maksudnya benar-benar mirip dengan Song Yi ya hehehe…). Yang Song Yi, aku minta maaf.” Ucap Hyun Sung.

Song Yi mencari-cari Hyun Sung dikantor tapi tak ada. Song Yi pun akan pergi tapi langkahnya terhenti karena mendengar kata maaf . Song Yi merasa Hyun Sung tau kalau dia datang padahal Hyun Sung kan lagi ngomong ma Song Yi si singa laut tapi sebenarnya ucapan itu buat Song Yi.


Hyun Sung mencoba berkomunikasi dengan Song Yi si singa laut.

“Yang Song Yi, kau mengagumkan. Kau berkata kau tidak tau alasannya tetapi Seung Joon menyukaimu karena kau mengagumkan. Itulah yang ingin aku katakana padamu. Tetapi malah kata-kata buruk yang keluar.”

Song Yi tersenyum mendengar kata-kata Hyun Sung yang tak menyadari kehadirannya. Hyun Sung masih membujuk Song Yi si singa laut yang ngambek. Song Yi pun menghampiri Hyun Sung. Hyun Sung kaget dengan kehadiran Song Yi begitupun Song Yi kaget melihat singa laut bersama Hyun Sung.




“Apa yang kau lakukan disini???”
“Maksudmu???”
“Aku sedang…”

Song Yi tertawa seakan tau apa yang tadi terjadi, “Kau tak mungkin.”

Hyun Sung pun tertawa. 

>< 

Hyun Sung dan Song Yi pun pulang bareng.

“Mengapa kau tak langsung berbicara dengan orangnya??? Apa karena nama singa laut itu sama dengaku???”ucap Song Yi tertawa.
“Itu pekerjaanku. Berhenti tertawa. Kau jahat sekali.”
“Baiklah, akankah kau membantuku???”
“Apa jenis hewannya???”
“Pertama anjing, aku ingin makan mereka.” (Bukannya mau lebih dekat ma hewan kok malah dikonsumsi sih... ada-ada aja nih Song Yi...)
“Kau makan daging anjing.’
“Aku menyukainya.”
“Aku tidak bisa melakukannya yang lain saja. Bagaimana bisa kau memakan daging anjing???” Ucap Hyun Sung takut dan meninggalkan Song Yi.
“Ada apa denganmu???”
“Wanita pemakan daging anjing. Itu menakutkan.”

Hyun Sung menghindari Song Yi. Song Yi pun berusaha menangkap Hyun Sung.  Song Yi mengejar Hyun Sung.

Seung Joon baru selesai makan malam bersama rekan-rekannya di departemen proyek. Seung Joon pun duluan pamit karena harus mengambil mobilnya yang terparkir dikantor. Hee Won pun pamit dan sepertinya menyusul Seung Joon.

Tinggallah Mr. Wu dan Manajer.

“Apa kau tidak punya harga diri??? Kau tidak harus melayani mereka.” ucap Mr. Wu.
“Kau… (sambil mengapit Mr. Wu). Filosofi Jerman, Heineken berkata seorang karyawan harus melayani itulah jalan menuju sukses. Kau mengerti???” ucap Manajer dan meninggalkan Mr. Wu.

>< 

Song Yi dan Hyun Sung berada di kolam air mancur di taman bermain. Song Yi sedang mencari sesuatu didalam dompetnya.


“Apa yang kau lakukan???”
“Aku ingin melempar koin dan membuat harapan.”
“Kau pikir ini Fontana Trevi???”
“Apa itu Fontana Trevi???”
“Kau bodoh. Kau tidak tau tentang Fontana Trevi di Roma.”
“Maksudmu???”
“Apakah Kang Seung Joon tau kau bodoh??? Aku khawatir padamu.”
“Sepertinya $10 tidak tulus untuk sebuah harapan.”
“Mengapa??? Kau takut mendapat murka dari dewa air mancur??? Maaf…. (Hyun Sung melambaikan tangan pada air mancur sambil tertawa dan langsung di tepuk Song Yi)”
“Aku tidak bercanda. Jawablah dengan serius.”
“Aku tidak tau. Tak ada seorang pun melempar koin di air mancur. Bodoh!!!”
“Benarkah!!! Berarti aku yang pertama. Siapa tau mungkin aku pelempar koin pertama dan semua harapan akan terwujud. Baiklah!!! Aku akan menjadi yang pertama dan melempar  $500.”
“$100 cukup.”
“Aku bukan kau yang pelit.”

Hyun Sung tertawa. Song Yi pun memulai membuat harapan, “Tolong… Harapanku untuk mendapatkan cinta sejati. “ Hyun Sung melihat Song Yi. Song Yi mencium koinnya dan melemparnya ke kolam air mancur.



“Tolong Jangan biarkan Yang Song Yi melakukan sesuatu yang kekanakan seperti ini lagi.”

“Kau menyebalkan, jangan membuatku marah.” Song Yi pun menempeleng Kepala Hyun Sung.

“Aku akan melemparmu juga.’ Ucap Hyun Sung yang memegangi tubuh Song Yi bersiap untuk melemparnya ke kolam air mancur. Song Yi pun berontak. Mereka pun saling dorong.

Dan kedekatan keduanya dilihat oleh Seung Joon yang menatap heran keduanya. Hee Won pun menghampiri Seung Joon dan tersenyum senang melihat kedekatan Hyun Sung dan Song Yi.





Apakah Seung Joon akan cemburu dan berniat memisahkan Song Yi dari Seung Joon???

Kira-kira apa yang akan dikatakan Hee Won pada Seung Joon perihal kedekatan Song Yi dan Hyun Sung???

< Weiter ke Episode Selanjutnya>