Selasa, 17 September 2013

Sinopsis All About Eve Episode 11 Part 1



Di episode sebelumnya, Sun Mi menunggu Hyung Chul di depan apartemennya. Saat mereka bertemu Sun Mi membahas lagi rencana perusahaan yang akan mengurangi karyawan dengan pekerja lepas. Hyung Chul mencoba menjelaskan tapi Sun Mi tetap tidak menerima dan semakin kesal dengan sikap Hyung Chul.

Episode 11 Part !

Hyung Chul baru tiba di kantor MBS segera meminta laporan rating pada sekretarisnya. Semua laporan rating langsung Hyung Chul periksa. Hyung Chul tersenyum senang melihat rating yang meningkat. Sekretarisnya segera mengingatkan Hyung Chul untuk menghadari rapat sekarang.



><

Hyung Chul mulai memimpin rapat bersama stafnya.


“ Aku pikir pekerja lepas melakukan pekerjaan dengan baik. Tolong teruskan kesuksesannya. Bagaimana dengan penulis sitkom yang baru???” tanya Hyung Chul pada salah satu stafnya.
“Persaingannya semakin tinggi, akan tetapi kita masih menawarkan harga yang tinggi.”
“Jangan menghubunginya terlalu lama!!! Beritahu mereka kita bisa memecat mereka kapan pun karena yang kita cari penulis komedi terbaik dan staf terbaik.”
“Baiklah!!!”
“Direktur, Harga saham MBS meningkat 8,7% kemarin. Mereka mengatakan itu diatas rata-rata. Mereka optimis dan berterima kasih dengan kebijakan yang baru. Para pemegang saham…” belum selesai staf ini berbicara langsung di potong oleh Hyung Chul,
“ Bagaimana dengan program drama???”

Scene pun beralih pada Kim Sun Dal dan Sun Mi yang membawakan berita pagi. 


>< 

Hyung Chul mengunjungi staf bagian Pembawa Berita.


“Masa depan MBS bergantung pada program baru ini. Kalian bisa menghubungiku jika kalian memiliki ide yang bagus.”

Sun Mi dan Kim Sun Dal baru selesai membawakan berita. Kim Sun Dal memberi hormat pada Direktur Hyung Chul sementara Sun Mi sedikit terpaksa. Hyung Chul memuji siaran yang mereka bawakan. Sun Mi membelakangi Hyung Chul. Hyung Chul sedikit menoleh pada Sun Mi. Young Mi menawarkan Hyung Chul kopi. 



“Maaf, aku hanya ingin mengatakan program pendidikan sangat bagus. Aku berterima kasih pada kalian semua.”

Young Mi menawarkan minum juga kepada staf Hyung Chul.

Sun Mi menyela omongan Hyung Chul dengan sindiran, “Programnya bagus karena kalian menghabiskan banyak uang.”


Kim Sun Dal menegur Sun Mi sementara itu Hyung Chul tampak diam sepertinya tersinggung dengan ucapan Sun Mi.

“Kalian telah bekerja dengan baik. Aku tak ingin mengecewakan kalian juga. Tolong, bekerjalah dengan keras dimasa depan.”

Young Mi melirik kearah Sun Mi yang membelakangi Hyung Chul. Hyung Chul dan stafnya pun keluar dari ruangan tersebut diantar oleh Kim Sun Dal yang masih sempat memukul bahu Sun Mi. Jin Su pun melihat cemas kearah Sun Mi.


“Jika karena aku, jangan melakukannya. Itu tidak baik untukmu.” Nasehat Kyung Hee pada Sun Mi.
“Dia membuatku kesal. Saat aku kesal, aku tidak bisa tersenyum (Kyung Hee tersenyum). Dia bisa tersenyum padahal sudah menyakiti orang lain.”



Shin Dong menyuruh Kyung Hee cepat karena Kyung Hee bisa terlambat pergi rapat.

“ Aku tidak berpikir kau berani melakukannya. Kau ingin menunjukkan hubungan dekatmu dengannya.”ucap Young Mi.
“Apa???”
“Bagaimana bisa kau bicara sambil membelakanginya seperti itu??? Kamu tahu bagaimana beretika dalam bekerja.”
“Jangan menilai orang hanya dari penilaianmu saja!!!” Sun Mi pun keluar ruangan.

>< 

“Tak masalah jika kau marah padanya karena kau merasa benar. Tapi Sun Mi, bagaimana kau bisa bicara seperti itu pada Direktur???” tanya Cho Jae.
“Memangnya kenapa kalau dia direktur???”



Tiba-tiba Hyung Chul langsung menarik paksa Sun Mi. Cho Jae yang terkejut dengan tindakan Hyung Chul tampak terkagum padanya dan memuji tindakannya yang keren.

>< 

Hyung Chul membawa Sun Mi ke sebuah ruangan.
“Aku tahu bagaimana perasaanmu. Aku memahamimu. Tapi bagaimana bisa kau mempermalukanku dihadapan bawahanku seperti itu???”
“Kau beruntung. Jika aku adalah kau, aku akan menjadi orang yang jahat. Kau menghancurkan hidup orang lain dan kau bangga sekarang??? Apakah kau pikir kami cukup mendapatkan ucapan terima kasih??? Jika kau merasa malu itu bagus untuk mu.”



”Maaf…”
“Pekerjaanmu  konsisten. Jadi kau mudah memahami. Mereka semua munafik.”
“Kau juga sangat konsisten. Kekanakan dan idealis. Kau tidak tahu apa itu realita.”



Sun Mi pun meninggalkan Hyung Chul dengan kesal. Hyung Chul menghela nafas.

>< 

Young Mi membawa kopi keruangan Woo Jin tapi Woo Jin tidak ada.



>< 

Woo Jin menemui Bae In Su dipenjara. Woo Jin mengancam Bae In Su jangan menganggu Young Mi lagi. Bae In Su tertawa mendengarnya.


“Apakah kau akan mengatakan kau akan menikahinya??? Aku katakan padamu dia tak seperti yang kau pikirkan. Dia hanya ingin memanfaatkanmu, dia itu licik. Dia akan meninggalakanmu jika kau tak berguna lagi baginya.”

Woo Jin pun meninggalkan Bae In Su namun dicegah, “Kau… kau melihat tato bunga di pergelangan kakinya, kan??? ( Bae In Su membuka bajunya dan menunjukkan tato bunga di dadanya.). Kami saling mencintai sampai mati. Aku dan dia akan menikah. Aku yang pertama dan yang terbaik baginya.”.



Woo Jin kesal sekali mendengarnya.

>< 

Woo Jin menemui Young Mi di apartemennya. Young Mi sangat marah saat tahu Woo Jin menemui Bae In Su. 

“Karena kau berbohong.”
“Tentang apa???” Young Mi menyadari maksud Woo Jin mencoba menjelaskan yang sebenarnya tapi Woo Jin tak menghiraukan alasan Young Mi.


“ Aku melihat foto kalian bersama.” Woo Jin melihat tato di pergelangan kaki Young Mi.
Young Mi sadar arah penglihatan Woo Jin dan mencoba menjelaskan dengan terbata-bata.
“Aku melihatnya juga didadanya. Kalian saling mencintai satu sama lain.”
“Woo Jin, mari kita putus.”
“Jika kita akan putus. Aku akan memutuskannya bukan kau. Kau tidak bisa memutuskannya.” Teriak Woo Jin.
“Lalu apa yang harus ku lakukan??? Aku bisa merasakan bahwa kau tidak menyukaiku lagi. Aku tak ingin dicampakkan lagi. Aku akan memutuskanmu duluan.” Teriak Young Mi.

Woo Jin meninggalkan Young Mi.

>< 

Cho Jae berada didalam lift. Pintu lift akan segera tertutup lalu muncul Jin Su yang menghalaunya dengan tubuhnya. Jin Su pun berhasil masuk. Mereka pun saling melihat dengan pandangan tak suka. Saat di lantai 2 banyak karyawan yang masuk kedalam lift sehingga mereka pun berdesakan. Jin Su mencoba melindungi Cho Jae yang reflex meletakkan kepalanya di pundak Jin Su.




Jin Su memberikan Cho Jae kopi. Cho Jae meminum kopinya dengan anggun.


“Apakah kau pulang dengan aman dari pesta kemarin???”
“Ya, maaf tentang yang lalu.”
“Apa maksudmu??? Itu kebodohanku.”
“Mereka mengatakan setan selalu menangkapmu. “
“Aku tidak tahu apa yang terjadi dahulu??? Aku merasa elevator itu menyiksa.”
“Kapan kau menempatkan bercanda atau serius???”
“Aku tak pernah bagus membuat orang lain tertawa. Saat aku berbicara pertama kali pada orang lain, mereka tertawa dan berakhir dengan mengejekku. Mungkin aku harus serius juga.”
“Apa kau tak punya teman wanita???”
“Ha… sepertinya sekarang ada.”
“Jujurlah padaku!!! Jangan berbohong.”
“Tak ada…”

Cho Jae pun tertawa dan Jin Su menunduk.

“Kita lebih baik…”
“mulai berkencan???” ucap Jin Su.

“Apa??? Aku hanya ingin mengajakmu makan siang.”

Jin Su jadi salting.

“Tentu saja. Kita harus memperbaiki hubungan kita. Kita akan makan bersama dan…”
“Mulai berkencan…”ucap Cho Jae.


Gantian Cho Jae yang salting. Kyung Hee dan Shin Dong yang kebetulan lewat menegur Jin Su. Mereka serempak mengatakan,”Kami berkencan.” Wkwkwk…Cho Jae dan Jin Su sadar dengan ucapan mereka jadi salting.



Kyung Hee dan Shin Dong saling tatap heran dengan ucapan mereka berdua.



>< 

Young Mi sedang berdandan diruang rias. Young Mi merasakan sakit diperutnya. Ju Hee datang dan Young Mi akan mengambilkan Ju Hee kopi tapi dilarang oleh Ju Hee.

“Aku membenci Kyung Hee yang menyuruhku membuat kopi. Aku tak ingin melakukannya padamu.”
Young Mi mengeluh sakit. Ju Hee menanyakan keadaannya yang dijawab Young Mi kalau dia baik-baik saja. 

Young Mi pergi ke toilet dan keluar dari sana sakitnya masih terasa. Young Mi menghubungi Woo Jin. Woo Jin yang tau itu Young Mi mematikan Hpnya. Temannya yang heran pun menegur Woo Jin,”Ada apa-apa???”. Woo Jin hanya menggeleng.

>< 

Young Mi masih merasakan sakit di perutnya pun duduk didekat jendela  perusahaan. Sun Mi melihat Young Mi yang kesakitan sambil memegangi perutnya. Sun Mi segera menghampiri Young Mi.



“Young Mi, apa kau baik-baik saja??? .“Sun Mi, bisakah kau???”. “Ada masalah apa??? Young Mi…” Sun Mi panik dan cemas dengan kondisi Young Mi melihat kesekitarnya untuk meminta bantuan.

Sun Mi melihat Woo Jin dan memanggilnya.

“Oppa, aku berpikir dia sakit???” sambil mengarah pada Young Mi.


Woo Jin melihat Young Mi yang kesakitan hanya menundukkan kepala.

“Tidak, dia mungkin tak apa-apa.”
Woo Jin meninggalkan Sun Mi yang terus berteriak memanggilnya dan mengabaikan Young Mi yang kesakitan.
“Ayo kita kerumah sakit.” Ajak Sun Mi.
“Tidak, aku baik-baik saja.”

Woo Jin menghentikan mereka dan melihat kearah mereka berdua.

“Young Mi…”. “Aku baik-baik saja.”. “Young Mi…”. “Jangan lakukan itu (maksudnya jangan bawa kerumah sakit).”

Woo Jin pun menghampiri mereka berdua sambil meletakkan kameranya.
 
“Sun Mi, bisa kau letakkan kembali kameraku di ruanganku. Ceritakan kepada yang lain apa yang terjadi.”
“Woo Jin…”panggil Young Mi.
“Ayo ke rumah sakit.”

Sun Mi segera melakukan perintah Woo Jin.



“Tidak, aku tidak bisa kemana-mana. Aku harus berada disini. Aku harus membawakan berita.”
“Sun Mi bisa melakukannya atau orang lain.”
“Tidak, aku takkan pernah membiarkan Sun Mi melakukannya. Aku akan pergi kerumah sakit setelah membawakan berita. Bisakah kau membawaku ketempat aku bisa berbaring???”

>< 

Young Mi membawakan berita meski kondisinya tidak baik. Ju Hee dan Woo Jin cemas melihat kondisi Young Mi.

Kim Sun Dal mulai membawakan berita. Saat Kim Sun Dal membawakan berita, Young Mi terlihat akan muntah. Kim Sun Dal menanyakan keadaan Young Mi yang di jawabnya bahwa dia baik-baik saja. Sementara itu Woo Jin semakin cemas.


Tiba giliran Young Mi membawakan berita. Kim Sun Dal hanya bisa menghela nafas. Ju Hee dan Woo Jin tampak khawatir. Sun Mi diruangan staf pun melihat siaran Young Mi penuh kekhawatiran.


Saat berita selesai dibawakan, Young Mi tak mampu lagi menahan sakit diperutnya. Kim Sun Dal memanggil Woo Jin. Young Mi pun dibawa kerumah sakit.




>< 

Young Mi menjalani operasi. Kim Sun Dal menyusul mereka. Kim Sun Dal heran mengapa Woo Jin tak mencegah Young Mi jika dia sakit. Woo Jin menjawab kalau Young Mi keras kepala.

><

Sun Mi membawakan cemilan buah untuk ayahnya.

“Siapa yang sakit???”. “Young Mi, perutnya sakit.”. “Benarkah, itu mengapa dia tampak pucat di TV. Di rumah sakit mana???”. “Salah satu rumah sakit didepan MBS. Apakah ayah akan menjenguknya???”. “Tentu saja.”. “Ayah, aku tidak mengerti. Aku tidak berpikir menyampaikan berita lebih penting dari sakitnya. Apakah itu disebut professional???”. “Kamu tau. Dia orang yang kuat. Kamu akan memahaminya.”. “Aku tidak tahu. Aku hanya tidak mengerti mengapa dia seperti itu.


><

Dirumah sakit.

“Karena Sun Mi, aku takut dia mengambil tempatku.” Ucap Young Mi.
“Young Mi…”
“Aku tau apa yang akan kau katakan. Aku tidak tahu mengapa aku sangat iri padanya. Apa yang berbeda diantara kami???”
“Seperti yang kau katakan, kita tidak bisa memilih orang tua kita. Kau tidak memiliki apa yang dimiliki Sun Mi.”
Young Mi menangis,”Oppa membenciku juga dan berpikir aku bodoh, kan???”
“Tidak, aku tidak membencimu aku hanya stress.” Ucap Woo Jin sambil menghapus air mata Young Mi.

Woo Jin pun menggenggam tangan Young Mi.



<Weiter ke Part Selanjutnya>

Jumat, 13 September 2013

Sinopsis My Love Patzzi Episode 2 Part 2




Song Yi sedang berbicara dengan Manajer Departemen Proyek. Song Yi menceritakan semua yang terjadi pada saat di menyelamatkan S. J.

Hee Won melihat keduanya dari meja kerjanya. Hee Won tampak kesal dan teringat dengan kata-kata Seung Joon di RS perihal penyelamatnya. Hee Won semakin kesal sampai pena ditangannya patah.
Song Yi dan Manajer keluar dari ruangan. Song Yi pun pamit dengan Manajer dan Hee Won. Song Yi terlihat sangat bahagia.


“Apakah aku mengunjungi atau menelponnya dan menceritakan padanya. (sepertinya Manajer ingin memberitahu S.J. bahwa pemilik kemeja telah ditemukan” Keluh Manajer. Manajer memutuskan untuk menelpon dan Hee Won pun segera mencegatnya, “Tunggu, Tuan ada yang ingin aku ceritakan.”

>< 

Song Yi keluar dari kantor departemen proyek sambil menelpon ibunya. Dia mengatakan akan mendapatkan hadiah uang dan akan memberikan ibunya liburan ke eropa kemudian ke pulau Jeju. Ibu Song Yi tidak percaya dan mematikan hpnya. Song Yi kesal mengapa tak ada yang percaya padanya.

Hee Won berteriak memanggil Song Yi. Mereka pun bicara berdua.


“Itu kemejaku. Apa kau tak ingat???”
“Aku menceritakan pada mereka, tapi tak ada gunanya. Karena aku temanmu, mereka tidak percaya padamu.”
“Aku bisa gila. Apa mereka sering ditipu???? Mengapa mereka tak percaya???” Keluh Song Yi.
“Ini bukan masalah sepele. Mereka hanya berhati-hati. Apakah kamu mengerti???”
“ok, apakah aku harus membuktikan bahwa itu kemejaku???”
“Apa yang akan kau lakukan???”
“Aku mengenakannya saat aku minum dengan Hyun Sung (Episode 1 saat Hee Won tau kalau Sam Yul hanya berpura-pura suka pada Song Yi). Mereka bisa menjadi saksi. Ayo ikut aku.”
Song Yi menarik paksa Hee Won. “Ayo kita ke kantor mereka.” Ajak Song Yi.


>< 

Mereka pun berkumpul di kantor atraksi hewan.


“Mengapa kamu tidak bisa mengingatnya??? Aku yakin itu adalah kemejaku.” Ucap Song Yi kesal
“Aku tidak bisa mengingat apa yang Hee Won kenakan hari itu. Mengapa aku harus mengingat kemejamu. Itu bukan hal yang menarik.” Keluh Sam Yul yang segera mendapat teguran dari Hyun Sung dan membuat Song Yi semakin kesal.
“Dan kamu???” tanya Song Yi pada Hyun Sung.
“Maafkan aku…”

Song Yi tak percaya mereka tak mengingatnya dan Hee Won tampak senang dengan situasi ini.

“Itu benar-benar kemejaku. Tolonglah jadi saksiku.”
“Ya, Sam Yul bantu lah Song Yi.” Ucap Hee Won

Mereka pun terdiam.

“Apa kau baik-baik saja.” Tanya Hyun Sung pada Song Yi.
“Lupakanlah!!! Aku merasa seperi aku berbohong. Tak perlu memaksakan diri. Aku akan membuktikannya sendiri. Aku bisa melakukannya.”

Song Yi meninggalkan mereka. Hyun Sung memanggil Song Yi dan mengejarnya. Tapi Song Yi tak menghiraukannya.


“Ini menyebalkan. Dia seperti berjuang untuk menjadi Candy.” Gerutu Sam Yul.
“Mungkin dia benar.” Ucap Hyun Sung.
“Apa yang kau katakana??? Apakah kamu bodoh??? Lihatlah perilakunya!!! Apakah Song Yi akan mempertaruhkan hidupnya untuk menolong seseorang???”
“Aku tak berpikir dia berbohong (Hee Won langsung mengarahkan pandangan pada Hyun Sung).” Ucap Hyun Sung.
“Masalah terbesarmu adalah perasaan ibamu. Hee Won, apakah kemeja itu milik Song Yi???”  

Hee Won tampak ragu.
 
“Lihat dia saja tidak bisa menjawab.”
“Apakah itu miliknya???” tanya Hyun Sung.
“Aku berharap dia bebicara jujur. Lupakanlah, aku harus pergi. Kebenaran akan datang.”

Hee Won pun meninggalkan mereka berdua. Hyun Sung terlihat mencemaskan Song Yi.

>< 

Dijalan Song Yi berpapasan dengan Yuri dan temannya. Yuri menanyakan apakah Song Yi tidak bekerja. Song Yi menjawab bahwa moodnya saat ini tidak baik.

>< 

Song Yi pergi menemui ahjumma penjual kemeja itu untuk mengingat bahwa dia pernah menjual padanya. Tapi ahjumma bilang banyak pelanggan dia tak mengingatnya. Song Yi terus membujuknya.


“Aku mengingatnya.”
Song Yi terlihat senang.
“Apakah aku tidak pernah mengatakan aku tidak melihat kemeja itu???”

Song Yi langsung terdiam.

>< 

Hee Won dan Manajer menemui Instruktur Noh dan Yuri. Instruktur Noh dan Yuri malah mengejek dan mengatakan Song Yi pembohong dan pegawai yang buruk. Manajer melihat kearah Mr. Wu yang berbincang dengan pegawai lain yang hasilnya sama saja. Hee Won tersenyum puas.




>< 

Song Yi ditaksi menelpon Hee Won bahwa dia telah menemukan saksi dan ternyata ahjumma tadi hehehe… Tapi ternyata itu tak akan membantu karena mereka takkan percaya pada Song Yi.

Song Yi minum sendiri dan teringat kembali kata-kata Hee Won, “Mereka mengatakan kamu bukanlah orangnya. Tak ada gunanya membawa seorang saksi.”

Song Yi sedih karena tak ada yang percaya dengannya.


>< 

Dikantor departemen Proyek.

Hee Won, Mr. Wu dan Manajer membahas tentang Song Yi. Hee Won meminta maaf atas perilaku negatif Song Yi. Manajer mengatakan tak apa-apa. Mr Wu mengeluh padahal besok S.J. akan kekantor tapi pemilik kemeja belum ditemukan. Hee Won tampak cemas mendengarnya.


>< 

Song Yi dan Hee Won berbicara di taman depan asrama.


“Mengapa aku harus keluar dari pekerjaanku??? Apa aku melakukan kesalaha???” tanya Song Yi.
“Aku tidak memaksamu keluar tapi ini yang terbaik untukmu. Aku menemui para pegawai di tempatmu dan terkejut bahwa mereka semua memusuhimu. Aku sedih dan hampir menangis. Tak ada seorang pun yang ingin makan bersamamu. Situasi ini bertambah buruk. Bagaimana kau akan menghadapinya???”
“Mengapa tidak??? Aku bisa makan sendiri.” Ucap Song Yi kesal.
“Kamu bisa memulai kembali di tempat yang baru. Aku bisa membantumu.”
“Aku tidak akan pergi. Aku terjebak. Mengapa aku harus pergi??? Aku akan tetap bertahan.”
“Mengapa kau keras kepala??? Kamu seperti ini. Kamu akan selalu sendiri.”
“Mengapa kamu mengatakan aku sendiri??? Aku tidak sendiri. Mereka hanya tak menyukaiku dan aku tak bisa bersama mereka.”

Song Yi yang kesal meninggalkan Hee Won. Hee Won tampak puas dengan keberhasilan rencananya.

>< 

Keesokan pagi, Seung Joon mulai masuk bekerja. Manager mengenalkannya pada karyawan yang lain.
Seung Joon berbicara berdua dengan Manajer. Manajer meminta maaf karena belum menemukan pemilik kemejanya. Seung Joon memakluminya. Seung Joon meminta Manajer untuk bersikap biasa saja padanya karena dia karyawan baru.



“Mr. Che (Manajer), boleh aku melihat foto semua karyawan perempuan disini???”
“ya, silakan.”

Hee Won tampak cemas.


>< 

Song Yi menjadi bahan ejekan di tempat kerjanya.

 
>< 

Hee Won dan Song Yi bertemu.


“Teman ibuku punya TK yang bagus dan  gajinya juga bagus. Apa??? Apa kau tak ingin kesana??? Kamu takkan pernah datang kesini.”
“Kapan aku bisa mulai kerja???”
“Besok…” ucap Hee Won senang
“Kamu sangat berharap aku keluarkan???” tanya Song Yi dan Hee Won tampak salah tingkah.
“Tidak, aku hanya mencemaskanmu.”
“Terima kasih, maksudku aku tidak bersikap baik padamu padahal kau selalu membantuku. Menemukan pekerjaan.”
“Tak masalah, aku merasa tak enak karena aku yang membawamu kesini dan menyebabkan kamu tidak bahagia.”

Song Yi tertunduk sedih sedangkan Hee Won tersenyum tipis.

>< 

Seung Joon memeriksa data karyawan wanita di komputer perusahaan. Seung Joon terlihat kelelahan. Hee Won membawakan minum utuknya.



“Apakah kau sudah menemukannya???”
“Belum…”
“Mungkin dia karyawan sementara. Kita tak ada foto karyawan sementara. Jika kau butuh bantuan, beritahu aku. Seperti yang kamu katakana dia orang yang baik.”
“Terima kasih…”
“Aku duluan, sampai bertemu besok.”
“Hati-hati…”

Hee Won menyunggingkan bibirnya sinis sambil membelakangi Seung Joon.  



>< 

Song Yi membawa kopernya berdiri diruangan kantor atraksi Hewan sepertinya Song Yi ingin pamitan pada Hyun Sung. Song Yi ingin membuka pintu ruangan tapi diurungkannya. Song Yi pun pergi mebawa kopernya dan memakai payungnya karena sedang hujan.

Hyun Sung yang membuang sampah melihat seorang berpayung dengan membawa koper. Hyun Sung tak menyadari kalau itu Song Yi.



Seung Joon menggunakan payung ke lokasi kejadian dan membelakangi Song Yi. Seung Joon melihat Song Yi yang akan keluar gerbang perusahaan tapi Seung Joon tak melihat wajah Song Yi.




(Ost berjudul I’ll be there for you pun terdengar, suara khas Jang Nara)

Seung Joon melanjutkan jalannya dan Song Yi dengan berat hati pergi ke halte. Didalam bus Song Yi tampak sedih.


>< 

“Apa??? Mengapa dia keluar???” tanya Hyun Sung pada Hee Won
“Dia berkemas dan pulang kerumah kemarin. Setelah apa yang terjadi, banyak yang mengucilkannya. Oleh karena itu aku menemukan pekerjaan di TK untuknya.”
“Aku hari ini libur. Aku berencana akan mengunjunginya untuk mengemangatinya. Dia pergi tanpa mengatakan apapun. Dia benar-benar menyeb*lkan.”
Hee Won tertawa mendengarnya, “Jangan mengkhwatirkannya!!! Song Yi kuat.”
“Ya, baiklah. Aku permisi.”
 
>< 

Hyun Sung pergi ke taman bermain dan melihat atraksi badut tweety yang biasa di pakai Song Yi. Hyun Sung tersenyum (Sepertinya Hyun Sung semakin yakin untuk menemui Song Yi).

>< 

Di TK tempat Song Yi bekerja, Song Yi sedang istirahat makan diruang guru. Tiba-tiba ada guru lain yang datang mengatakan kalau ada muridnya yang bernama Liang Zhe BAB di celana. Song Yi kesal karena lagi-lagi muridnya ini melakukan hal yang sama dan bertambah kesal karena menganggu makan siangnya. Song Yi pun bergegas mencari muridnya itu.


>< 

Dikantor Departemen Staf Proyek, Seung Joon kembali bekerja dan kenapa mejanya diletakkan disebelah Hee Won arrrrgggggggghhhhhhh…


Hee Won memperhatikan Seung Joon. Karena ada keperluan Seung Joon pun keluar ruangan.
Mr. Wu menghampiri Manajer.

“S.J. telah bergabung dengan departemen kita. Aku ada ide untuk membuat pesta penyambutan untuknya.”
Manajer menolak dan mengajak Mr. Wu untuk ke departemen operasi dan meninggalkan Hee Won sendiri diruangan.

Telepon dimeja Seung Joon berbunyi, Hee Won mengangkatnya dan ternyata itu dari kakak Seung Joon. Saat telepon ditutup, Seung Joon datang.

“Kakakmu menelpon, dia mengatakan keponakanmu akan datang kesini untuk berdarmawisata hari ini.”
“Baiklah…”
“Keponakanmu kelas berapa???”
“Dia masih TK. Kakaku terlambat menikah.”
“Jika dia sepertimu, dia pasti lucu.”
“Tidak, dia lebih tampan dariku. Sebenarnya, Aku tak pernah berpikir tentang pernikahan tetapi setelah aku melihatnya. Aku merasa aku ingin mempunyai anak.”
“Kapan kau akan menemuinya??? Aku merasa aku akan suka bertemu dengannya. Aku menyukai anak-anak.”
“Baiklah, mungkin nanti.”
“Bagaimana kalau hari ini???”
Seung Joon menatap heran Hee Won.
“Lupakanlah, kamu mengatakan akan memberikanku kesempatan untuk membalasmu (Hadeuuhhh perasaan Hee Won yang ngomong bukan Seung Joon). Karena kami tak menemukan Wanita yang menolongmu, aku mengajakmu dan keponakanmu untuk makan malam. Bagaimana???”

Seung Joon hanya diam memandangi Hee Won.



>< 

Hyun Sung sampai di TK tempat Song Yi bekerja. Hyun Sung melihat Song Yi menjemur pakaian muridnya. Hyun Sung menghampiri Song Yi.



“Mereka takkan kering kalau seperti ini, kau bodoh.” Ejek Hyun Sung.
Song Yi kaget melihat Hyun Sung
“Bagaimana kau tau aku disini???”
“Aku hanya berpikir dimana tempat yang bisa kau kerjakan. Ini masih basah (sambil memeras jemuran Song Yi). Jika kamu tidak berpenampilan baik, kamu seharusnya berhati baik atau melakukan pekerjaan rumah dengan baik. Kalau begini tak ada yang akan berani menikahimu.”

Hyun Sung melihat kearah Song Yi yang ternyata menangis. Song Yi buru-buru menghapus airmatanya.

“Song Yi… Yang Song Yi, ada apa denganmu??? Aku akan memeras pakaian samapi kering untukmu (Song Yi tertawa sampai menepuk Hyun Sung). Aku mempunyai Mesin tangan pencuci.”

Mereka pun saling melempar pakaian yang basah dan bekejaran di tempat penjemuran pakaian. Song Yi dan Hyun Sung tampak sangat bahagia.



>< 

Seung Joon menemui keponakannya didepan taman bermain. Seung Joon melihat rombongan TK keponakannya dan memanggilnya,” En Xi…”. En Xi menghampiri pamannya. Seung Joon berpesan pada En Xi untuk menelponnya jika darmawisatanya sudah selesai.



Guru En Xi memanggilnya. Seung Joon menyuruh keponakannya untuk segera bergabung dengan temannya yang lain. Seung Joon melihat rombongan TK keponakannya dan Seung Joon teringat acara TK di sekolah keponakannya. Seung Joon teringat Song Yi yang membacakan narasi cerita dan teringat saat Song Yi menyelamatkannya. Seung Joon pun bergegas menemui Song Yi.






>< 

Hyun Sung mengantar Song Yi pulang.


“Mengapa kamu tidak menemui pria itu??? Dia mungkin mengingatmu.”
“Kamu percaya padaku???”
“Sbenarnya, 50:50…”

Song Yi tertawa mendengarnya.

“Aku terharu. Tetapi karena hanya sebagian orang yang percaya. Penjelasanku percuma. Aku bingung sekarang. Aku kagum jika itu adalah aku.”
“Kamu tak harus keluar.”
“Aku merasa kesal.”
“Apakah kamu kesal melihat wajah mereka???”
“Bukan seperti itu. Aku bukan kesal melihat wajah mereka. Aku bermuka tebal.”
“Lalu alasannya apa???”
“Aku tidak tahu. Aku tidak tahu alasannya. Tetapi aku merasa ini lebih baik bagiku.”
“Itulah mengapa perilakumu buruk.” Ejek Hyun Sung sambil merangkul Song Yi.

Song Yi menegur Hyun Sung sehingga membuat Hyun Sung melepaskan tangannya di pundak Song Yi.

“Aku tidak ingin menggunakan cara seperti ini. Aku tidak tahu apa yang salah padaku. Walaupun aku melakukan sesuatu yang buruk dan orang lain mendapat amarah atau terluka karena aku. Aku ingin melakukan sesuatu yang buruk. Ohhh… ada apa denganku??? Apakah aku menakutkan???” 

Hyun Sung terdiam mendengarnya dan memandang Song Yi.


“Apa kau akan mengantarku sampai rumah???”
“Sepertinya cuacanya tak bagus…”
“Apa kau takut???”
“Tidak, hanya saja aku tak bisa. Kau bukan orang yang penting.”
“Apa kau bilang???” ucap Song Yi kesal sambil memukul lengan Hyun Sung.

Song Yi pun pulang sendiri. Hyun Sung tertawa sambil melanjutkan jalannya lalu berbalik lagi dan menyusul Song Yi. 

Seung Joon menunggu Song Yi di depan rumahnya. Seung Joon melihat Song Yi yang baru pulang. Hyun Sung melihat Seung Joon menghampiri Song Yi. Hyun Sung heran plus tampak sedikit kesal melihat pria yang menghampiri Song Yi. Song Yi heran melihat Seung Joon menghampirinya.


“Yang Song Yi…” panggil Seung Joon.
“Siapa kau???” tanya Song Yi.
Seung Joon tersenyum senang mendengar pertanyaan Song Yi.
(Akhirnya bertemu juga…)



<Weiter ke Episode berikutnya>